Indonesia bergerak menuju ekonomi sirkular dalam industri baterai kendaraan listrik (EV). Langkah ini untuk mengatasi tantangan terkait pasokan mineral, dekarbonisasi, dan sumber daya berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Investasi dan Industri Hilir, Ahmad Faisal Suralaga, pada Rabu (24/6).

in1

>>> Polisi Chico Tangkap Tersangka Penembakan di Perpustakaan dalam 4 Menit

Pemerintah tidak lagi hanya fokus pada ekstraksi bahan baku untuk produksi baterai. Kini, pemerintah juga mendorong daur ulang.

Ahmad mengatakan daur ulang baterai akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai EV.

>>> GitHub Copilot Gratis Tak Lagi Bisa Pilih Model AI, Semua Diatur Otomatis

Hal ini juga mendukung ambisi membangun industri terintegrasi, dari pengolahan bahan baku hingga manufaktur produk akhir.

>>> Windows 11 Resmi Berusia 5 Tahun, Perjalanan Penuh Kontroversi dan Evolusi

Pemerintah juga mereformasi kebijakan bisnis dan mengembangkan sistem terintegrasi untuk menyederhanakan prosedur investasi. Langkah ini mempertimbangkan standar internasional.