Perdana Menteri Belanda Rob Jetten secara resmi meminta maaf kepada mantan tentara KNIL Maluku atas perlakuan yang disebutnya 'tak berperasaan' dan 'tidak terhormat'.

Para tentara itu sebelumnya direkrut untuk bertempur selama masa kemerdekaan Indonesia. Setibanya di Belanda pada 1951, mereka justru diberhentikan dan ditempatkan di bekas kamp transit Nazi, Westerbork.

in1

>>> Aktris China Tampil Bare Face di Pemutaran Film, Kecantikan Alaminya Dipuji

Jetten menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah Belanda pada Senin (22/6). Ia mengakui keterlambatan dan pentingnya langkah ini untuk melangkah maju.

Sekitar 12.500 prajurit Maluku beserta keluarganya dipindahkan ke Belanda pada 1951 setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka tergabung dalam Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) yang dibentuk pada 1830.

>>> Ramalan Zodiak 25 Juni: Aries Harus Proaktif, Taurus Tingkatkan Pencapaian

Siapa Rob Jetten?

Rob Arnoldus Adrianus Jetten lahir pada 25 Maret 1987 di Veghel, Brabant Utara. Ia menjadi Perdana Menteri Belanda termuda saat dilantik pada 23 Februari 2026.

Pemerintahannya merupakan koalisi D66, VVD, dan CDA, terdiri dari 18 menteri dan 10 sekretaris negara. Selain sebagai PM, Jetten juga menjabat Menteri Urusan Umum.

>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Menggunakan NIK KTP

Jetten secara terbuka mengaku sebagai gay, menjadikannya Perdana Menteri Belanda pertama yang melakukannya. Ia menikah dengan pemain hoki Argentina, Nicolas Keenan, pada 2025.