Sebagian besar potongan yang dimodifikasi ditemukan tidak selesai dan dibuang di kanal kuno serta distrik bengkel, bukan di pemakaman resmi.

Menurut Sawada, kondisi artefak yang dibuang dan tidak lengkap menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap almarhum. Tulang-tulang ini berfungsi sebagai inventaris dasar, bukan harta ritual suci.

Urbanisasi Mengikis Ikatan Personal

in1

Sawada dan pakar lain mengaitkan perubahan perilaku ini langsung dengan tekanan urbanisasi. Saat Liangzhu berkembang menjadi kota regional, penduduk sering berinteraksi dengan orang di luar jaringan keluarga dekat.

Dalam suku kecil yang erat, komunitas mengenal dan menguburkan jenazah secara ritual.

Pertumbuhan kota yang cepat memperkenalkan banyak orang asing, pekerja, dan pedagang, yang sering mengikis hubungan pribadi dengan sisa-sisa manusia.

Cangkir tengkorak sebelumnya muncul di makam Liangzhu kelas atas sebagai benda pemakaman berharga. Temuan baru ini sangat berbeda dalam skala dan tujuan.

>>> Spesifikasi New Honda Vario Evo 160: Torsi Naik, Fitur Masih Sama

Ini mengungkap jendela dua abad di mana sisa-sisa manusia biasa menjadi komoditas industri sebelum praktik itu tiba-tiba menghilang.