Sebuah studi baru dari Taipei menunjukkan bahwa serum nabati dapat merangsang pertumbuhan rambut dan meningkatkan ketebalan hingga 25% hanya dalam waktu 56 hari.

Penelitian yang dipimpin Dr. Tsong Min Chang dari Schweitzer Biotech Company ini melibatkan 60 orang dewasa berusia 18–60 tahun dalam uji coba acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo.

in1

>>> Travis Barker dan Alabama Dukung Landon di Konser L.A.

Partisipan mengoleskan 1 mililiter serum ke kulit kepala setiap malam selama delapan minggu.

Para peneliti memantau perubahan kepadatan rambut, ketebalan helai, panjang pertumbuhan, dan kerontokan harian menggunakan pencitraan resolusi tinggi.

Kombinasi Bahan Aktif

Serum ini menggabungkan vesikel ekstraseluler nabati dari Centella asiatica dengan kafein dan panthenol, dua bahan umum dalam produk kosmetik.

Formula juga mengandung Fibroblast Growth Factor 7 (FGF-7) dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), sinyal biologis yang terkait dengan fungsi folikel dan pertumbuhan rambut.

>>> Brooks Nader Bantah Pacaran dengan Taron Egerton

Centella asiatica, dikenal juga sebagai gotu kola, adalah tanaman tropis yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan produk perawatan kulit karena sifat anti-inflamasi dan penyembuhan lukanya.

Hasil dan Keterbatasan

Kelompok yang menggunakan formula paling canggih menunjukkan perbaikan hampir 25% dalam pengukuran pertumbuhan rambut utama dibandingkan plasebo.

Namun, studi ini memiliki keterbatasan: hanya 60 partisipan, durasi delapan minggu yang relatif pendek, dan keterkaitan dengan pengembang produk.

Para ahli menyerukan uji coba lebih besar dengan pasien kerontokan rambut terdiagnosis, perbandingan langsung dengan pengobatan seperti Minoxidil dan Finasteride, serta pemantauan keamanan jangka panjang.

>>> Diskon Permainan Luar Ruangan Musim Panas di Amazon

Meskipun hasil awal menjanjikan, serum ini belum bisa dianggap sebagai obat ajaib. Diperlukan validasi lebih lanjut sebelum penggunaan klinis luas.