Leonardo AW249 telah melakukan debut terbang publik pertamanya di ILA Berlin, memberikan gambaran lebih jelas tentang helikopter tempur generasi baru Italia.

Dikembangkan bersama Kementerian Pertahanan Italia untuk Angkatan Darat Italia, pesawat yang dikenal sebagai "Fenice" ini diposisikan sebagai penerus AW129 Mangusta dan pesaing ekspor potensial bagi Boeing AH-64 Apache dan Airbus Tiger.

in1

>>> Nick Carter: Saksi Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual Melissa Schuman

Debut dengan Tujuan Lebih Besar

Di ILA Berlin, Leonardo menggunakan debut terbang publik AW249 untuk menunjukkan lebih dari sekadar kemampuan manuver.

Perusahaan juga mengumumkan strategi promosi internasional, didukung oleh Direktorat Persenjataan Nasional Italia dan Angkatan Darat Italia, yang ditujukan bagi mitra dan sekutu yang mencari pencegahan modern, interoperabilitas, dan kerja sama industri.

Saat ini, helikopter serang harus membuktikan dapat bertahan di ruang udara yang dipenuhi drone, sensor, rudal, dan peperangan elektronik.

AW249 ditawarkan sebagai kesempatan Eropa untuk memiliki platform baru, bukan hanya mengandalkan desain lama yang ditingkatkan.

Dari Mangusta ke Fenice

AW249 dikembangkan untuk menggantikan armada AW129 Italia yang mendekati akhir masa pakainya.

Leonardo mengatakan helikopter baru ini menawarkan kecepatan, jangkauan, muatan, margin daya, dan kinerja "hot and high" yang lebih baik, dirancang untuk bekerja dalam kondisi panas dan ketinggian yang sulit.

Desainnya memungkinkan pilot terbang rendah, menggunakan medan sebagai perlindungan, dan bereaksi cepat saat ancaman muncul.

Leonardo menggambarkan pesawat ini mampu terbang nap-of-the-earth, terbang rendah di mana pohon, punggung bukit, dan bangunan menjadi bagian dari rencana kelangsungan hidup.

Di dalam AW249, perubahan nyata bukan hanya pada perangkat keras.

Pesawat ini memiliki layar area luas, kontrol multi-sentuh, helm pilot modern, dan Sistem Manajemen Medan Tempur buatan Leonardo yang menyatukan data penerbangan, navigasi, dan misi.