Gejala muncul karena laktosa tidak tercerna dengan baik di usus besar.

Makanan membutuhkan waktu 6-10 jam untuk mencapai usus besar setelah makan dan 24-36 jam untuk melewatinya. Jadi, gejala bisa muncul hingga satu atau dua hari setelah mengonsumsi laktosa.

in1

Ronny menekankan bahwa gejala intoleransi laktosa biasanya tidak berbahaya dan berbeda dengan alergi susu yang bisa menyebabkan anafilaksis.

Namun, kondisi ini tetap bisa mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup.

Apa yang Bisa Dikonsumsi?

Bagi penderita intoleransi laktosa, Ronny menyarankan untuk menghindari produk tinggi laktosa seperti susu segar, krim, es krim, dan keju lunak.

Sebagai gantinya, pilihlah produk rendah laktosa atau bebas laktosa.

Saat ini banyak beredar susu bebas laktosa di pasaran. Produk lain yang bebas laktosa antara lain susu A2, yogurt, dan keju keras seperti cheddar atau parmesan.

Saran lainnya adalah mengonsumsi suplemen enzim laktase sebelum minum susu dan mencari sumber kalsium alternatif seperti ikan teri, tempe, tahu, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta susu kedelai yang difortifikasi.

>>> PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Dengan begitu, kebutuhan kalsium dan protein tetap terpenuhi tanpa khawatir mengalami intoleransi.