Mantan juara UFC Dustin Poirier mengaku sedang berjuang melawan alkohol setelah pensiun dari dunia tarung. Ia ditangkap karena mabuk di bandara Atlanta pada akhir pekan lalu.

Dalam unggahan Instagram pada Selasa malam, Poirier menulis bahwa ia berada di titik butuh bantuan. "Meninggalkan pertarungan tidak mudah bagi saya dan alkohol bukan jawabannya," tulisnya.

in1

>>> OJK Janji Lanjutkan Reformasi Bursa Usai MSCI Pertahankan Status RI

Poirier juga mengatakan alkohol telah menghancurkan kehidupan ayahnya dan ia tidak akan membiarkan hal yang sama terjadi padanya.

"Keluarga saya pantas mendapatkan saya 100 persen," tambahnya.

Petarung berusia 37 tahun itu ditangkap pada Hari Ayah sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta.

Ia dikeluarkan dari pesawat dan kemudian marah-marah.

>>> PDIP Buka Suara soal BEM UBK yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang

Rekaman kamera polisi menunjukkan Poirier bersikap agresif terhadap staf bandara dan petugas yang mencoba menenangkan situasi. Ia bahkan menantang petugas untuk berkelahi.

Meskipun awalnya melawan, Poirier akhirnya pergi dengan damai bersama polisi. Ia bahkan berdamai dengan petugas yang sebelumnya ia makian.

Poirier ditangkap dengan tuduhan mabuk di tempat umum, sebuah pelanggaran ringan yang bisa dihukum hingga satu tahun penjara.

Namun, yang lebih penting, ia mengakui butuh bantuan.

>>> Menteri Israel Sebut AS Naif jika Percaya Iran Bakal Manut soal Nuklir

Dikenal sebagai salah satu petarung paling dermawan di MMA, Poirier masih menjadi favorit penggemar. Banyak yang berharap ia mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.