Kebijakan tersebut muncul di tengah upaya kedua negara mencapai kesepakatan damai permanen setelah konflik yang berlangsung selama hampir empat bulan.

Mediator internasional menyebut putaran pertama perundingan yang digelar di Swiss menghasilkan kemajuan yang cukup positif.

in1

Pembicaraan itu berlangsung berdasarkan nota kesepahaman yang disepakati pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen Iran untuk menjamin lalu lintas kapal tetap terbuka di Selat Hormuz serta memberikan akses kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk melakukan pengawasan terhadap program nuklirnya.

Selat Hormuz menjadi isu krusial dalam negosiasi karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia.

Ketegangan sempat meningkat ketika Iran melakukan blokade di kawasan tersebut yang kemudian direspons AS dengan memblokade sejumlah pelabuhan Iran.

Hal itu sempat mendorong lonjakan harga minyak global.

Namun setelah tercapainya kesepakatan sementara antara kedua negara, harga minyak kembali turun ke level terendah sejak sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu.

Sebelum sanksi diperketat kembali pada 2018, sejumlah negara seperti India, Jepang, Korea Selatan, Italia, Yunani, Taiwan, dan Turki merupakan pembeli utama minyak Iran.

>>> Martha Reeves Setuju Harvey Levin Jadi Backing Vokal di Konsernya

Dalam beberapa tahun terakhir, kilang-kilang independen di China menjadi pembeli terbesar minyak Iran karena mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan minyak dari negara lain.