"Tetapi kalau inisiatif anak buah, saya kira aneh.

Karena mahasiswa itu menurut pengakuan mereka, diberikan uang oleh polisi sekitar Rp20 juta lebih ya, Rp20 juta sampai 30 juta, untuk kemudian belok arahnya, demonya bertemu dengan Wapres secara langsung begitu," kata Deddy.

in1

Menurut dia, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan siapa yang menunggangi gerakan mahasiswa.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan 3 Jenis Bansos yang Cair Juli 2026

Kasus ini, kata Deddy, justru menunjukkan bahwa pihak yang selama ini berada di balik layar bisa saja berbeda dengan pihak yang selama ini dituding.

"Nah, saya kira ini pelajaran buat kita semua agar jangan sembarangan menuduh.

Karena kadang-kadang orang-orang yang sembunyi di belakang itu lebih mudah untuk melakukan manuver-manuver murahan seperti ini," tuturnya.

Selain menyinggung dugaan pengondisian aksi, Deddy juga menyoroti pengakuan mahasiswa yang menyebut uang tersebut berasal dari seorang anggota kepolisian.

Ia menilai tuduhan tersebut sangat serius dan harus diusut secara tuntas apabila terbukti benar.

"Tapi, fakta bahwa polisi yang memberikan uang menurut pengakuan mereka, itu betul-betul keterlaluan sih kalau menurut saya," ujar Deddy.

Polemik ini bermula dari pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin yang mengakui menerima uang Rp20 juta setelah demonstrasi dan pertemuan dengan Gibran pada 15 Juni 2026.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi yang digelar mahasiswa pada Senin (22/6/2026) malam.

Mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Na’ilah Panrita Hartono, mengatakan forum tersebut digelar setelah muncul desakan dari mahasiswa yang meminta keterbukaan dari pengurus BEM yang sebelumnya bertemu dengan Gibran.

Menurut Na’ilah, Abdi akhirnya mengakui menerima uang yang disebut berkaitan dengan upaya memindahkan titik aksi dari kawasan Istana Negara ke Gedung DPR RI.

Meski demikian, rencana pemindahan lokasi demonstrasi itu disebut tidak pernah terlaksana dan mahasiswa tetap melakukan aksi di sekitar Istana Negara.

Dalam forum tersebut juga terungkap bahwa dana Rp20 juta itu disebut telah dibagikan kepada tujuh orang.

>>> Cara Cek Pencairan Dana Bansos Tambahan Rp26 Triliun untuk PKH 2026

Na’ilah mengatakan Abdi menerima sekitar Rp6 juta, sementara sisanya dibagikan kepada sejumlah pengurus BEM dan pihak lainnya.