Sega mengakui bahwa dua game terbarunya, Sonic Racing: CrossWorlds dan Shinobi: Art of Vengeance, gagal memenuhi target penjualan internal meskipun mendapat ulasan positif dari kritikus dan pemain.

Pengakuan ini disampaikan dalam laporan bisnis terbaru Sega. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk merombak besar-besaran strategi pemasarannya dengan lebih mengandalkan influencer dan promosi berbasis komunitas.

in1

>>> Sinopsis Jumanji: The Next Level, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini

Langkah ini menandai perubahan besar dalam cara penerbit game tersebut bersaing di pasar game yang semakin digital dan berbasis keterlibatan pengguna.

Ulasan Bagus, Penjualan Kurang

Kedua game mendapat sambutan positif secara kritis.

Sonic Racing: CrossWorlds terjual lebih dari satu juta unit dan meraih skor Metacritic 82 serta rating pengguna 8,6.

Shinobi: Art of Vengeance bahkan lebih tinggi dengan skor Metacritic 87 dan rating pengguna 8,3. Namun, angka tersebut tidak sejalan dengan kesuksesan komersial yang diharapkan Sega.

Dalam laporannya, Sega mengakui hasil penjualan "di bawah ekspektasi." Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sambutan kritis dan performa pasar.

Kesenjangan ini mendorong Sega untuk mengevaluasi ulang tidak hanya proyeksi penjualan, tetapi juga cara mereka mempromosikan game secara global.

Beralih ke Pemasaran Berbasis Influencer

Sega menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih kuat dengan komunitas game dan memanfaatkan suara pihak ketiga untuk memperkuat promosi game mereka.

Perusahaan menyebut transisi ini sebagai "transformasi signifikan" dalam struktur organisasi dan pola pikir, dengan fokus baru pada "membangun dan memperluas basis penggemar yang mendorong penjualan."

>>> Nilai Ekonomi Digital RI Tembus US$99 Miliar, Meutya Tak Rela Jika Dinikmati Negara Lain