Presiden keempat Timor Leste Francisco 'Lu-Olo' Guterres meninggal dunia pada Minggu (21/6) di Rumah Sakit Prince Court, Malaysia, dalam usia 71 tahun.

Keluarga menyatakan Guterres meninggal setelah menjalani perawatan medis intensif. Kepergiannya disebut sebagai kehilangan besar bagi keluarga, partai Fretilin, dan seluruh rakyat Timor Leste.

in1

>>> Bintang Film Dewasa Drake Von Ditangkap karena DUI di Las Vegas

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Ia menyebut Guterres sebagai tokoh generasi pejuang kemerdekaan Timor Leste.

Perjalanan Hidup Sang Pejuang

Guterres lahir pada 1954 dan memulai militansinya di Partai Fretilin pada 1974. Ia bergabung dengan Asosiasi Sosial Demokrat Timor (ASDT) yang memperjuangkan kemerdekaan penuh.

Ketika militer Indonesia menyerbu Timor Leste pada Desember 1975, Guterres melarikan diri ke pegunungan dan hutan bersama pimpinan Komite Pusat Fretilin.

Karier politiknya terus menanjak.

Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Ossu pada Juni 1976, kemudian Wakil Sekretaris Wilayah Timur, hingga Komisaris Sektor Ujung Timur pada 1977/1978.

Pada 1982, Guterres diangkat menjadi Wakil di Wilayah Timur dan petugas politik Komando Kompi Gerilya Ketiga. Dua tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Komisaris Politik.

>>> Babak I: Haaland Dikunci, Pedersen Bawa Norwegia Unggul 1-0

Pada 1998, ia menjabat Sekretaris Komite Pengarah Fretilin (CDF) setelah Konis Santana meninggal. Kongres Fretilin 2001 memilihnya sebagai Presiden Komite Pusat Fretilin (CCF).

Dalam pemilihan legislatif 30 Agustus 2001, Guterres memimpin Fretilin meraih kemenangan besar dan membentuk Majelis Konstituen.

Ia menjabat sebagai Presiden Majelis Konstituen dan secara resmi memproklamirkan pemulihan kemerdekaan Timor Leste pada 20 Mei 2002.

Guterres kemudian melantik Xanana Gusmao sebagai presiden pertama.

Guterres maju sebagai kandidat presiden pada 2007 dan 2012, namun kalah di putaran kedua. Pada 2017, ia akhirnya terpilih dan menjabat hingga 2022.

>>> Pemkot Solo Pasang Baliho Ultah Jokowi, Gerindra Kecewa

Ia diakui sebagai pemimpin yang berhasil bertransisi dari pejuang gerilya menjadi pemimpin konstitusional dan demokratis.