Jepang menyimpan sekitar 263 juta barel dalam inventaris pemerintah, sementara Korea Selatan rata-rata sekitar 79 juta barel.

Kendala Lingkungan

Gua garam sering digambarkan lebih aman dan lebih murah daripada tangki di atas permukaan, tetapi bukan tanpa kekurangan.

in1

Pembuatannya membutuhkan air, menghasilkan air garam, dan mengikat perencanaan darurat dengan sistem bahan bakar fosil yang sama yang juga coba dibersihkan oleh pemerintah.

Montgomery memperingatkan bahwa gua tidak dapat dikosongkan dan diisi ulang tanpa henti tanpa mempengaruhi dinding garam.

Gua memiliki batas keamanan sekitar lima siklus ekstraksi dan pengisian ulang sebelum gua baru mungkin diperlukan.

Mengapa Ini Penting Sekarang

Bagi pengemudi, cadangan itu terasa jauh sampai harga bensin naik.

Bagi maskapai penerbangan, petani, perusahaan pelayaran, dan produsen, dampaknya lebih langsung karena guncangan minyak dapat bergerak cepat melalui tagihan bahan bakar, biaya makanan, dan rantai pasokan.

Cadangan ini tidak dirancang untuk menyelesaikan setiap masalah. Ini lebih seperti alat pemadam kebakaran nasional—berguna dalam keadaan darurat, tetapi tidak bisa diandalkan selamanya.

Pelepasan saat ini menunjukkan kekuatan dan keterbatasan stok strategis.

Mereka dapat membeli waktu, menenangkan pasar, dan menjaga pasokan kilang, tetapi setiap barel yang dikirim harus diganti atau bantalan keamanan akan menipis.

Itulah pelajaran yang lebih besar yang tersembunyi di bawah Pantai Teluk.

>>> Messi Borong 100 Persen Gol Argentina di Dua Laga Awal Piala Dunia 2026

Dunia telah membangun brankas minyak bawah tanah raksasa untuk krisis, tetapi menggunakannya adalah pengingat bahwa keamanan energi dan perencanaan lingkungan kini saling terkait.