Final Outlast: The Jungle menyajikan momen yang paling banyak dibicarakan tahun ini.

Pemenang Maddy Jones dan Nikki Hru mengeliminasi rekan setim Leiya Pillitteri hanya beberapa jam sebelum mengamankan hadiah $1 juta.

in1

>>> Event Mighty Inteleon 7-Star Tera Raid Kembali di Pokémon Scarlet & Violet hingga 25 Juni

Keduanya kini angkat bicara tentang keputusan yang memicu perdebatan di kalangan pemirsa. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Maddy secara langsung menanggapi kritik yang muncul.

"Tidak ada keserakahan atau keegoisan sama sekali dalam keputusan itu," ujarnya. Ia membantah tuduhan bahwa langkah tersebut dimotivasi oleh uang.

Sebaliknya, para pemenang menggambarkannya sebagai pilihan bertahan hidup yang diambil di bawah tekanan ekstrem.

Titik Puncak di Perjalanan Akhir

Momen penting terjadi selama perjalanan dua hari terakhir, di mana ketahanan dan kecepatan menjadi krusial.

Menurut Maddy, kepercayaan tim goyah ketika Leiya kesulitan mengimbangi dan tidak bisa meyakinkan mereka bahwa ia bisa bertahan keesokan harinya.

"Bagi saya, itu pukulan besar ketika kami bertanya pada Leiya apakah dia bisa melakukannya lagi besok... dan dia tidak bisa menjawab ya," jelas Maddy.

"Saya merasa berutang pada diri sendiri dan Nikki untuk membuat keputusan terbaik bagi tim secara keseluruhan."

Momen itu memaksa duo tersebut mempertimbangkan loyalitas versus risiko kehilangan segalanya. Dalam kompetisi bertahan hidup, keraguan bisa membuat kalah, dan mereka akhirnya memilih untuk mengutamakan performa.

Meskipun secara visual memotong rekan setim sebelum hadiah diamankan, Maddy bersikeras bahwa keuntungan finansial bukanlah motivasi.

"Saya lebih suka berada di tim pemenang yang terdiri dari tiga orang daripada tim kalah yang terdiri dari dua orang," katanya, menjelaskan bahwa tujuannya selalu kemenangan, bukan memaksimalkan pembayaran.