Blizzard Entertainment resmi mengajukan gugatan hukum terhadap operator Project Ascension, salah satu server private World of Warcraft terbesar yang saat ini berjalan.

Gugatan diajukan terhadap Powell dan pihak lain yang disebut sebagai penanggung jawab proyek tersebut. Dokumen gugatan tersedia di Courtlistener setelah diambil dari PACER.

in1

>>> Pencipta Dragon Striker Ungkap Pengaruh Anime Era Jetix

Blizzard menuduh adanya pelanggaran hak cipta, pelanggaran DMCA, pelanggaran merek dagang, serta keterlibatan dalam perusahaan RICO—yang biasanya dikaitkan dengan undang-undang kejahatan terorganisir.

Project Ascension beroperasi sebagai server private WoW yang menggunakan versi modifikasi dari klien game Blizzard yang diduga bajakan.

Server ini mengklaim memiliki lebih dari satu juta pemain dan menghasilkan pendapatan melalui sistem 'donasi'.

Blizzard menduga Powell dan Mannion telah menerima jutaan dolar dari sistem tersebut, yang dialirkan melalui perusahaan shell di Nevada dan New Mexico.

Server juga disebut dihosting oleh Aeza Group yang berbasis di Rusia, yang telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2025 karena mendukung aktivitas cybercriminal.

Ini bukan pertama kalinya Blizzard mengambil tindakan hukum terhadap server private.

Kasus Nostalrius menjadi preseden paling terkenal, di mana penutupan server tersebut diyakini menjadi pemicu peluncuran WoW Classic resmi pada 2019.

Baru-baru ini, Blizzard juga menutup Turtle WoW, server private lain yang berfokus pada aspek RPG. Tim pengembang Turtle WoW kemudian membentuk studio sendiri untuk membuat MMO klasik.

>>> Zenless Zone Zero Versi 3.1 Bocorkan Atribut Baru dan Kisah Void Hunter

Menariknya, beberapa pekan sebelum gugatan diajukan, Blizzard diam-diam mengundang sekelompok streamer terkenal yang fokus pada Classic—termasuk Xaryu, Sodapoppin, Esfand, Guzu, dan Savix—ke kampus Irvine untuk acara yang tidak diungkapkan.