Embark Studios, penerbit di balik ARC Raiders, mengungkapkan pendekatan berbasis data dalam pengembangan game modern. Mereka melacak setiap peluru yang ditembakkan untuk membentuk gameplay, keseimbangan, dan pengalaman pemain.

Informasi ini dibagikan dalam sesi teknis di Nexon Developers Conference (NDC) 2026. Sesi tersebut memberikan gambaran langka tentang bagaimana game live-service skala besar kini didukung oleh analitik real-time.

in1

>>> Akhir Cerita Oasis: Siapa Penculik Celia dan Apa yang Terjadi pada Helena?

Melacak Setiap Peluru: Standar Baru dalam Data Game

Insinyur data Embark, Mathias Andersson, menjelaskan filosofi di balik sistem tersebut. "Kami melacak setiap peluru yang ditembakkan di game kami," ujarnya.

Pelacakan ini tidak hanya mencakup tembakan dan tembakan yang mengenai sasaran, tetapi juga data posisi pemain selama pertandingan.

Skala pelacakan sangat besar: sistem menangkap lebih dari 1.000 jenis peristiwa dalam game.

ARC Raiders sendiri menghasilkan lebih dari 100 miliar peristiwa per hari. Ini berarti sekitar 30 terabyte data setiap hari, yang diproses dan disimpan dalam hitungan detik.

Kecepatan sistem ini patut diperhatikan.

"Dalam dua detik setelah peluru ditembakkan, Anda sudah bisa melihat apakah peluru itu mengenai atau meleset," kata Andersson.

Tujuan utama dari pengumpulan data besar-besaran ini adalah untuk meningkatkan integritas game dan pengalaman pemain.

Salah satu penggunaan utamanya adalah deteksi kecurangan, di mana perilaku abnormal—seperti pola gerakan yang mustahil atau akurasi mencurigakan—dapat diidentifikasi melalui analisis data.

Selain keamanan, sistem ini juga berperan besar dalam penyeimbangan gameplay.

Dengan menganalisis performa senjata, tingkat mengenai sasaran, dan output damage, pengembang dapat menyempurnakan mekanisme untuk memastikan pertarungan yang adil dan menarik.