Terkait mekanisme pemilihan Ahwa, Gus Kautsar mengatakan hingga saat ini belum berubah, termasuk teknisnya. Namun, diharapkan tidak diubah karena ada sejarah dan penguatan kultural.

Salah seorang kiai sepuh yang ikut rapat, KH Asep Saifuddin Chalim, mengatakan keputusan para ulama itu menegaskan bahwa NU adalah rumah besar bagi pondok-pondok pesantren.

in1

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya itu menambahkan, terkait pemilihan Rais Syuriah dan Rais Aam, panitia harus mengikuti petunjuk para ulama sebagai pemilik jamiyah.

Para ulama menolak draf Ahwa dengan sistem zona dan menolak ketua PBNU merangkap jabatan eksekutif.

>>> PB PASI Sambut Baik Komitmen Prabowo soal Transformasi Kebijakan Olahraga

Rapat tersebut dihadiri sejumlah kiai, antara lain pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Jazuli, pengasuh PP Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur, Rais Syuriyah PBNU KH A Kafabihi Mahrus, dari PP Wali Songo Situbondo KH R Muhammad Khalil As'ad, serta Mustasyar PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj.