Pertumbuhan ekonomi yang kuat juga tercermin pada perbaikan pasar tenaga kerja.

Sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,68 persen pada 2026.

in1

Tingkat kemiskinan menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025, didukung efektivitas program perlindungan sosial pemerintah.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah menjalankan 8 klaster program prioritas nasional.

"Prioritas tersebut mencakup fondasi ketahanan nasional: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, perumahan, dan ketangguhan bencana," jelas Menkeu.

Pemerintah juga mempercepat transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan pedesaan, serta memperdalam pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial dan lapangan kerja yang terintegrasi.

Program-program ini diperkuat oleh sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.

Hal ini memastikan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga inklusif, tangguh, dan terkoordinasi.

>>> Cetak Dua Gol di Piala Dunia, Matheus Cunha: Ini Salah Satu Hari Terbaik

"Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata," ujar Purbaya.