Pramuka Kota Surabaya, Jawa Timur, berhasil meraih tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus. Acara tersebut digelar di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan jumlah peserta terbanyak.

Tiga rekor yang diraih adalah Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore.

in1

>>> Yordania Kutuk Penyitaan Tanah Gereja di Yerusalem oleh Israel

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Kota Surabaya menyampaikan hal itu pada Sabtu.

Ia menjelaskan, peserta Pengukuhan Garuda terdiri dari 65 ribu orang dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Sementara itu, Basuh Kaki Orang Tua diikuti 130 ribu peserta, dan Demonstrasi Semaphore diikuti 41.337 peserta.

Kolaborasi dengan Kampung Pancasila

Setelah kegiatan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan berkolaborasi dengan Pramuka untuk menggerakkan Kampung Pancasila. Eri mengatakan Pramuka akan menjadi bagian dari gerakan tersebut sejak dini.

>>> HFAP dan SMF Siapkan Babak Baru untuk Penyelenggaraan ITAP

Ia juga mengapresiasi pemecahan MURI Basuh Kaki Orang Tua. Menurutnya, kegiatan ini mengingatkan anak untuk selalu menghormati orang tua.

Eri menyampaikan, Pemkot akan menyiapkan tempat bumi perkemahan di Kota Surabaya. Lokasinya di Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, untuk menunjang kegiatan Pramuka ke depan.

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, mengatakan pemecahan MURI kali ini digelar di berbagai titik.

Lokasinya meliputi Stadion GBT, Monumen Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, SMK Negeri 5 Surabaya, Kebun Bibit, dan sekolah-sekolah.

>>> Pordasi: NTB Berpotensi Jadi Pusat Olahraga Berkuda Memanah Nasional

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk membangkitkan semangat dan menarik minat anak muda mengikuti Pramuka. Sebab, sebagian anak enggan karena menganggap Pramuka monoton.