Toyota menarik lebih dari seribu unit model bZ4X di pasar global karena adanya malfungsi pada perangkat lunak sistem kontrol baterai.

Gangguan digital ini berpotensi memicu mesin kendaraan mati secara tiba-tiba ketika dioperasikan.

in1

>>> PBNU Gelar Munas dan Konbes 2026 di Kediri

Kegagalan sistem tersebut bersumber dari Electronic Control Unit (ECU) yang mengelola performa keseluruhan kendaraan.

Kendala ini dikonfirmasi langsung oleh Toyota Australia yang menangani penarikan tersebut.

Masalah teknis pada komponen vital ini membawa risiko keselamatan yang besar bagi pengemudi karena mesin dapat kehilangan daya tanpa ada tanda peringatan awal.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Pihak pabrikan memberikan penjelasan mendetail mengenai komponen yang terdampak saat kegagalan sistem kontrol terjadi di jalan raya.

"Jika terjadi kerusakan seperti itu, power steering dan sistem pengereman tetap berfungsi, namun sistem penggerak listrik akan mati.

Hal ini dapat menyebabkan hilangnya daya penggerak saat berkendara dengan kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan risiko tabrakan," tulis Toyota Australia dalam pernyataannya, dikutip Sabtu (20/6/2026).

>>> 5 Motor Bekas Murah dan Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Riwayat Perbaikan dan Penanganan Konsumen

Kebijakan perbaikan ini memperpanjang catatan pembenahan massal untuk model bZ4X sejak pertama kali diluncurkan.

Tindakan ini juga menjadi penarikan ketiga yang berfokus pada model SUV listrik tersebut di wilayah Australia.

Sebelum isu perangkat lunak baterai ini muncul, unit bZ4X sempat dilaporkan mengalami kendala pada bagian sistem pendingin udara.

Model ini juga pernah terlibat dalam pemanggilan diler massal bersama beberapa lini kendaraan populer Toyota lainnya.

Sebagai langkah penanggulangan, Toyota menyediakan pembaruan perangkat lunak gratis yang difasilitasi lewat jaringan diler resmi mereka.

Pemilik kendaraan tidak akan dibebankan biaya apa pun untuk proses pembenahan teknis ini.

Durasi pengerjaan pembaruan sistem digital ini diperkirakan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk setiap unit.

>>> Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kasus serupa yang menimpa pemilik unit di pasar Indonesia.