>>> Pemerintah Siap Luncurkan Biosolar B50 pada 1 Juli 2026

Kini, energi bersih di Indonesia tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap dalam sistem kelistrikan nasional. Ia mulai menjadi sumber utama pertumbuhan kapasitas baru.

in1

Lebih penting lagi, implementasi rencana tersebut mulai terlihat di lapangan.

Dalam satu tahun sejak RUPTL diterbitkan, hampir setengah dari porsi pengembangan EBT yang direncanakan telah memasuki tahap eksekusi.

Ini menjadi indikator bahwa dokumen perencanaan tidak berhenti sebagai target administratif, tetapi mulai diterjemahkan menjadi proyek nyata.

Sumatera Jadi Contoh Keberhasilan

Perkembangan tersebut juga tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Sumatera menjadi salah satu contoh paling menarik.

Di pulau itu, bauran energi terbarukan telah mencapai 41,76 persen dari total produksi listrik.

Dengan kata lain, lebih dari empat dari setiap sepuluh unit listrik yang dihasilkan di Sumatera berasal dari sumber energi bersih.

Sumatera sejak lama memiliki kombinasi sumber daya yang sulit ditandingi daerah lain, mulai dari potensi panas bumi, tenaga air, hingga biomassa.

Ketika proyek-proyek pembangkit mulai beroperasi dan jaringan listrik semakin terintegrasi, keunggulan sumber daya tersebut mulai tercermin dalam komposisi produksi listriknya.

Di tingkat nasional, tenaga air masih menjadi tulang punggung energi terbarukan Indonesia. Kapasitas PLTA yang besar membuat kontribusinya tetap mendominasi dibandingkan sumber energi hijau lainnya.

>>> Paraguay Kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026, Gol Perdana Setelah 18 Tahun

Setelah itu terdapat biomassa dan panas bumi yang selama bertahun-tahun menjadi andalan Indonesia dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.