Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menjadi sorotan di media sosial setelah cuplikan penampilannya dalam sebuah debat televisi tersebar luas di berbagai platform.

Di tengah ramainya perbincangan mengenai argumen yang disampaikan Fathimah, muncul sejumlah komentar bernada seksis yang ditujukan kepadanya. Alih-alih membahas substansi pendapatnya, sebagian warganet justru melontarkan komentar yang dinilai sebagai bentuk pelecehan.

in1

Kasus tersebut mencuat setelah akun X @sisterindanger mengunggah tangkapan layar sejumlah komentar pada 18 Juni 2026. Salah satu yang mendapat perhatian publik berasal dari akun @jasfirastore97.

Pemilik akun tersebut sempat menanggapi kritik yang diarahkan kepadanya dengan menyatakan bahwa komentarnya tidak termasuk pelecehan.

"Lah terus harus gimana mas. Kalau ngeleccehin mah ngomong kotor mas," tulisnya saat menanggapi teguran dari pengguna media sosial lainnya.

Pernyataan itu kemudian menyebar luas dan memicu gelombang kecaman. Banyak pengguna media sosial menilai komentar yang ditujukan kepada Fathimah tetap mengandung unsur pelecehan meski tidak menggunakan kata-kata kasar.

Setelah perdebatan tersebut ramai diperbincangkan, pemilik akun @jasfirastore97 akhirnya mengunggah video berisi permintaan maaf yang kemudian beredar di media sosial pada 19 Juni 2026.

>>> Chery Beri Potongan Harga E5 Sebesar Rp40 Juta di Jakarta Fair 2026

Dalam video itu, ia menyampaikan penyesalan atas komentarnya dan secara khusus meminta maaf kepada Fathimah Azzahra.

"Hari ini saya mau minta maaf kepada wakil ketua BEM yang namanya Fathimah Azzahra. Saya tidak tahu menahu, itu karena kelancangan saya komen seperti itu. Sekali lagi saya mau minta maaf kepada Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra," ujarnya.

Ia juga mengatakan tidak memiliki niat untuk menyakiti pihak mana pun melalui komentar tersebut.

"Mohon dimaaafkan, saya tidak bermaksud kelancangan saya membuat banyak orang sakit hati. Semoga bisa memaafkan perbuatan saya karena saya orang miskin, tidak punya apa-apa. Semoga permintaaan maaf saya diterima," katanya.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial dan memunculkan diskusi mengenai perilaku pengguna internet serta batasan komentar terhadap figur publik di ruang digital.