PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) optimistis dapat mendorong pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor hingga akhir tahun 2026.

Keyakinan ini didasari oleh tren positif sektor otomotif nasional yang menunjukkan peningkatan.

in1

>>> PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp76.300/kg dan Telur Ayam Rp29.950/kg

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyatakan peluang pertumbuhan asuransi kendaraan masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh tren industri otomotif yang tumbuh pada tahun ini.

Meski demikian, pendapatan premi asuransi kendaraan Jasindo hingga April 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026, total premi bruto Jasindo mencapai Rp 630,76 miliar, turun dari Rp 729,56 miliar pada kuartal I-2025.

Peluang Perbaikan di Sisa Tahun

Brellian melihat adanya peluang perbaikan pada sisa tahun ini. Pertumbuhan pasar otomotif, peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan, serta upaya perusahaan memperkuat penetrasi pasar menjadi faktor pendorong.

>>> Brasil Tekuk Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026, Matheus Cunha Bintang Lapangan

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit.

Angka ini tumbuh 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 205.539 unit.

Kinerja lini asuransi kendaraan juga dipengaruhi oleh perkembangan penjualan mobil baru, pertumbuhan kredit otomotif, daya beli masyarakat, persaingan tarif, dan preferensi konsumen.

>>> Polisi Amankan Dua Remaja Bawa Tembakau Sintetis di Jakbar

Untuk mengoptimalkan kinerja, Jasindo memperkuat kolaborasi dengan perbankan, perusahaan pembiayaan, dealer, serta mengoptimalkan kanal digital.