Lonjakan industri kecerdasan buatan (AI) mulai berdampak langsung pada konsumen perangkat elektronik di seluruh dunia.

Permintaan masif terhadap chip memori untuk pusat data AI memicu kenaikan harga komponen utama tersebut dalam waktu singkat.

in1

>>> Kejaksaan Agung Tetapkan Ketua Yayasan IFSR Tersangka Korupsi Makan Gratis

Kondisi ini berpotensi menaikkan harga jual berbagai produk teknologi, termasuk lini iPhone generasi terbaru dari Apple.

CEO Apple, Tim Cook, mengakui bahwa perusahaannya menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin berat akibat lonjakan harga komponen penyimpanan.

Setelah berulang kali berupaya menyerap kenaikan biaya manufaktur, Apple mengisyaratkan bahwa penyesuaian harga produk ke depan sulit dihindari.

"Kami melakukan yang terbaik untuk mengurangi kenaikan besar yang dibebankan kepada kami, dan kami telah mencoba melindungi pelanggan," ujar Cook dalam wawancara dengan media internasional.

Menurut Cook, situasi pasar saat ini telah berada pada titik kritis. Tekanan beban biaya tidak lagi mudah ditanggung secara mandiri oleh internal perusahaan.

Persaingan Global Chip DRAM dan NAND

Persoalan utama krisis ini bersumber pada ketatnya persaingan global untuk mengamankan pasokan chip DRAM dan NAND.

Kedua komponen tersebut memegang peran krusial sebagai memori utama dan ruang penyimpanan pada perangkat elektronik modern.

Kebutuhan infrastruktur AI yang masif dari perusahaan teknologi raksasa mendorong permintaan memori berperforma tinggi secara drastis.

>>> Amerika Serikat Kunci Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Australia

Korporasi besar memborong chip untuk pusat data AI dalam volume besar, sehingga mengerek harga DRAM dan NAND hingga empat kali lipat dibanding periode tahun lalu.

Produsen komponen memori global lebih memprioritaskan pemenuhan kontrak pemesanan AI yang bernilai lebih tinggi. Kebijakan ini berdampak pada pemangkasan jatah pasokan untuk perangkat elektronik konsumen umum.