Kebutuhan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) yang melonjak tajam mulai memicu kekhawatiran serius di Amerika Serikat.

Kelompok lintas industri, mulai dari otomotif, ritel, elektronik, hingga perangkat medis, telah melayangkan peringatan keras.

>>> Konsumen Lebih Pilih Toyota bZ4X Dibanding Urban Cruiser EV

Mereka khawatir ketidakseimbangan pasokan komponen vital ini dapat menaikkan harga berbagai produk konsumen dan mengganggu stabilitas rantai pasok manufaktur.

Tekanan besar terhadap ketersediaan komponen di pasar global disampaikan melalui surat resmi kepada Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS.

Kenaikan harga yang signifikan diprediksi bakal membebani konsumen dalam waktu dekat jika situasi ini tidak segera diantisipasi.

Pusat data AI saat ini menyerap porsi yang sangat besar dari total kapasitas produksi chip memori global.

Kondisi tersebut memicu lonjakan harga chip memori secara masif dan membatasi alokasi untuk industri manufaktur serta barang konsumen.

Kekhawatiran Sektor Otomotif

Alliance for Automotive Innovation, yang mewakili produsen kendaraan besar di AS, menjadi salah satu organisasi yang menandatangani surat peringatan tersebut.

Sektor otomotif khawatir keterbatasan pasokan chip memori dapat kembali melumpuhkan produksi kendaraan, mengulang krisis semikonduktor global beberapa tahun lalu.

>>> Bengkel Biasa Berisiko Picu Motor Listrik Terbakar, Pemilik Diminta Waspada

Selain otomotif, organisasi seperti National Retail Federation, Medical Device Manufacturers Association, NCTA - The Internet & Television Association, serta Telecommunications Industry Association juga ikut bersuara.

Kelangkaan yang berlanjut dinilai bakal mengganggu pasokan perangkat medis dan infrastruktur telekomunikasi.

Dampak pada Pasar Smartphone

Persaingan memperebutkan pasokan chip memori yang terbatas sebenarnya sudah mulai memanas sejak Desember lalu antara perusahaan AI dan produsen elektronik konsumen.

Fenomena ini berimbas langsung pada kenaikan biaya produksi komponen penyimpanan data.

Efek domino dari krisis pasokan ini bahkan sudah mulai membayangi pasar smartphone global.

Firma riset Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman smartphone dunia bakal merosot 13,9 persen sepanjang tahun ini menjadi hanya sekitar 1,08 miliar unit.

Segmen smartphone kelas entry level menjadi pihak yang paling terpukul.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Biaya Ganti Baterai Motor Listrik SLA

Hal ini terjadi karena produsen chip lebih memilih memprioritaskan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan AI yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.