Pencarian terhadap Taupik Hidayat alias TH (30) masih berlangsung. Pria yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan dan penyekapan seorang perempuan di Kabupaten Bandung itu sempat nyaris diamankan aparat, namun berhasil melarikan diri sebelum penangkapan dilakukan.

Kasus tersebut menyita perhatian setelah korban berinisial YTR ditemukan dalam kondisi luka berat dan menjalani perawatan di rumah sakit di Bandung. Perempuan asal Rancaekek itu diduga mengalami penyekapan selama bertahun-tahun disertai tindak kekerasan yang menyebabkan kondisi fisiknya memprihatinkan.

in1

Penyidik sebenarnya telah memetakan keberadaan TH dalam beberapa hari terakhir. Akan tetapi, upaya penangkapan belum membuahkan hasil karena terduga pelaku kerap berpindah lokasi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan tim kepolisian terus melakukan pengejaran. Menurutnya, pelaku sempat terdeteksi berada di sebuah lokasi yang akan digerebek, tetapi berhasil lolos sebelum petugas tiba.

"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," ujar Hendra.

Perkara ini mencuat setelah keluarga korban menerima informasi bahwa YTR sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Saat ditemukan, korban mengalami sejumlah luka serius di berbagai bagian tubuh, termasuk pada area wajah.

>>> Timnas PUBG Mobile Indonesia Berjuang ke Asian Games 2026

Syahrul Ulum, adik korban, mengaku hubungan keluarga dengan YTR sudah lama tidak berjalan normal. Komunikasi disebut sangat terbatas sejak korban menjalin hubungan dengan TH.

Keluarga diketahui pernah bertemu langsung dengan pria tersebut ketika korban membawanya ke rumah. Setelah itu, intensitas komunikasi korban dengan keluarga semakin berkurang.

Dalam beberapa kesempatan, korban disebut memberikan respons kasar saat dihubungi. Keluarga juga sempat menerima informasi bahwa korban telah pindah ke Jakarta.

Belakangan terungkap korban ternyata berada di sebuah rumah kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, bersama terduga pelaku.

Titik balik kasus ini terjadi pada 10 Juni 2026 ketika keluarga menerima pesan yang mengabarkan keberadaan korban di rumah sakit. Informasi tersebut mendorong keluarga segera melapor ke Polda Jawa Barat untuk meminta penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih memburu TH guna mempertanggungjawabkan dugaan penyiksaan dan penyekapan yang dilaporkan keluarga korban.