SEC Usulkan Hapus Aturan Harga Terbaik Saham demi Dorong Kripto
Otoritas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), meluncurkan usulan penghapusan aturan lama yang mewajibkan investor mendapatkan harga terbaik dalam transaksi saham pada Kamis (18/6/2026).
Langkah tersebut diprediksi menjadi katalis besar bagi industri kripto, khususnya dalam perdagangan aset saham berbentuk digital atau tokenised equities.
>>> Aparat Gabungan TNI-Polri Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan Jakarta
Regulasi yang dikenal sebagai trade through rule itu telah berlaku sejak 2005 untuk memastikan investor mendapatkan kesepakatan adil di pasar yang kompetitif.
Namun, aturan yang menuntut kecepatan tinggi berbasis algoritma komputer ini dinilai menjadi penghalang besar bagi platform kripto untuk bersaing dengan bursa saham konvensional.
Dukungan dan Penolakan
Direktur Riset Struktur Pasar di Bloomberg Intelligence Larry Tabb menilai perdagangan saham dalam bentuk token akan sangat sulit berkembang jika harus mematuhi aturan lama tersebut.
"Pasar ini bergerak dalam hitungan mikrodetik," ujar Larry Tabb.
Ketua SEC Paul Atkins menyatakan aturan lama terlalu fokus pada harga dan mengabaikan aspek penting lain seperti probabilitas keberhasilan transaksi, sehingga SEC berencana menerapkan pengecualian inovasi bagi platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).
>>> Lagu aespa Geser ILLIT di Chart Musik Melon Top 100
Rencana ini disambut baik oleh pelaku industri kripto seperti Galaxy Digital dan Coinbase. Bahkan, bursa efek konvensional seperti NYSE dan Nasdaq dikabarkan mulai merancang sistem perdagangan berbasis blockchain.
Kendati demikian, gelombang penolakan tetap muncul dari kritikus yang menganggap kebijakan baru tersebut terlalu menguntungkan perusahaan kripto dengan mengorbankan struktur pasar modal yang sudah stabil.
"Kita memiliki pasar paling likuid di dunia. Mengapa harus diubah?
Siapa sebenarnya yang diuntungkan?" tanya Joe Saluzzi dari Themis Trading.
>>> Aceh Seleksi 13 Kandidat Perawat untuk Program G to G Jepang
Saat ini, SEC resmi membuka masa konsultasi publik selama 60 hari ke depan guna menampung berbagai masukan dari masyarakat sebelum merealisasikan perubahan aturan tersebut.
Update Terbaru
Anime Super Psychic Policeman Chojo Rilis Trailer dan Pengisi Suara, Tayang Oktober 2026
Minggu / 21-06-2026, 15:04 WIB
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
Minggu / 21-06-2026, 15:01 WIB
Novel Insiden Berdarah: Misteri Pembunuhan yang Angkat Isu Sosial
Minggu / 21-06-2026, 15:01 WIB
Pre-Order GTA 6 Resmi Dibuka 25 Juni 2026, Bocoran Harga dan Cuplikan Baru Beredar
Minggu / 21-06-2026, 15:01 WIB
Abidzar Al Ghifari Bikin Haru di Sinetron Baru SCTV Lautan Cinta, Kisah Terpisah Tsunami Aceh
Minggu / 21-06-2026, 15:00 WIB
Jepang Gulung Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026, Catat Rekor Kemenangan Terbesar
Minggu / 21-06-2026, 15:00 WIB
Akhir Penentuan! Killer Peter Chapter 140 Bisa Jadi Lanjutan Paling Panas
Minggu / 21-06-2026, 15:00 WIB
Wow! Prediksi Killer Peter Chapter 135 Bahasa Indonesia, Ending Makin Bikin Penasaran!
Minggu / 21-06-2026, 15:00 WIB
Arah Cerita Killer Peter Chapter 136, Konflik Belum Selesai
Minggu / 21-06-2026, 15:00 WIB
Penjelasan Ending My Royal Nemesis, Drakor Romcom Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun
Minggu / 21-06-2026, 14:56 WIB
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
Minggu / 21-06-2026, 14:56 WIB
Google Doodle Rayakan Hari Musik Dunia dengan Visualisasi Dangdut
Minggu / 21-06-2026, 14:52 WIB
Wasekjen PBNU: Adab Harus Jadi Penuntun Musyawarah NU
Minggu / 21-06-2026, 14:52 WIB
Kementerian Ekraf: UMKM Bakery Tumbuh, Buka Peluang Usaha
Minggu / 21-06-2026, 14:51 WIB






