Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara OIKN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, dan PHDI dalam proses pembangunan pura.

“Dalam Kekawin Ramayana disampaikan bahwa pemerintah dan pendeta wajib saling mengisi untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

in1

Menanggapi hal tersebut, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas kunjungan PHDI dan Prajaniti serta dukungan yang diberikan terhadap pembangunan IKN.

“Saya sangat menghargai budaya, tradisi, dan agama. Tentu kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu sesuai yang disampaikan Ida Dharma Adhyaksa,” kata Basuki.

Ia juga menyatakan akan menindaklanjuti usulan terkait penyediaan lahan untuk fasilitas pendidikan yang diajukan dalam pertemuan tersebut.

Bagi PHDI dan Prajaniti, pembangunan Pura IKN tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan sarana ibadah umat Hindu, tetapi juga memiliki makna historis mengingat Kalimantan Timur, khususnya kawasan Kutai, merupakan wilayah yang memiliki jejak panjang peradaban Hindu di Nusantara.

Selain membahas pembangunan tempat ibadah, audiensi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi keumatan Hindu dan pemerintah dalam mendukung pembangunan IKN sebagai ibu kota yang inklusif dan mencerminkan keberagaman Indonesia.

>>> Kesenjangan Literasi Keuangan Investor Muda Capai 16,74 Persen

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cenderamata berupa buku Lawar Leadership kepada Kepala OIKN. Setelah audiensi, rombongan PHDI dan Prajaniti berkesempatan meninjau kawasan Istana Kepresidenan di IKN.