Saham IDX Value30 Jadi Pilihan Utama Investor Saat IHSG Tertekan
"Likuiditas tinggi memudahkan investor institusi melakukan akumulasi atau keluar tanpa menekan harga terlalu dalam," kata Arinda pada Selasa (19/5).
Menurut Arinda, prospek IDX Value30 ke depan masih menarik, terutama saat pasar mulai pulih.
>>> Hyundai E&C Hillstate Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi untuk V-League 2026/2027
Secara historis, saham berbasis valuasi cenderung outperform pada fase awal pemulihan karena valuasi lebih murah dan menarik minat investor asing.
Jika tekanan global mereda, seperti penurunan yield obligasi AS dan stabilisasi rupiah, saham big caps dalam IDX Value30 berpotensi menjadi motor rebound IHSG.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah suku bunga BI dan The Fed, arus dana asing, serta pertumbuhan laba emiten.
"Namun, kenaikan IDX Value30 kemungkinan lebih gradual dibanding saham lapis dua atau growth karena karakter defensifnya," jelas Arinda.
Abida menambahkan, saham IDX Value30 berpotensi outperform saat pasar pulih karena secara historis memiliki rebound lebih kuat dan berkelanjutan.
Rotasi ke saham fundamental kuat biasanya dominan pada fase awal pemulihan.
Investor disarankan melakukan akumulasi bertahap, memprioritaskan emiten dengan dividend yield di atas 4%, mengurangi eksposur terhadap konstituen dengan eksposur dolar AS besar tanpa natural hedge, dan mempertahankan kas sekitar 20%-25%.
"Momentum paling tepat masuk adalah saat rupiah mulai stabil dan net sell asing melandai," tutur Abida.
Arinda menambahkan, saham IDX Value30 cocok untuk strategi investasi menengah hingga panjang, terutama bagi investor yang mengutamakan stabilitas.
Investor perlu memastikan valuasi murah bukan karena fundamental memburuk.
Momentum masuk ideal adalah saat pasar dalam konsolidasi atau panic selling, namun fundamental emiten tetap solid.
Strategi buy on weakness dan dollar cost averaging lebih relevan daripada masuk agresif.
>>> Badan Geologi: Struktur Geologi Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng
Arinda menyebut saham TLKM dan ICBP layak dipertimbangkan dengan target harga masing-masing Rp 3.900 dan Rp 10.000 per saham.
Update Terbaru
Dishub Jatim Siapkan Sistem Transportasi Cerdas untuk TransJatim
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Prancis Runtuhkan Dongeng Kroasia di Final Piala Dunia 2018
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Devin/Faathir Runner-up Macau Open 2026 Usai Kalah dari Pasangan Korea
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Festival Depok Heritage 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Jokowi Rayakan Ultah ke-65, Ribuan Warga Padati Kediaman di Sumber Solo
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menko Zulhas Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Pascagempa di Sulawesi Tengah
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Transfer Michael Olise dari Bayern Munchen
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Dua Fase Penting Perkembangan Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Sanksi Berat untuk Marco Bezzecchi Usai Pukul Marshal di MotoGP Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB






