Dia juga tidak bisa bahasa Inggris. Berarti persoalannya masih sama, yaitu komunikasi."

Kedua, kontrol emosi di lapangan. "Ketika dia emosi, pemainnya ikut emosi.

in1

>>> Lippo Mall Kemang Hadirkan Playdate with Elmo & Friends untuk Liburan Sekolah

STY juga emosional, temperamennya tinggi. Jadi, dua hal ini menurut gua mirip," lanjutnya.

Ketiga, keluhan berulang terkait kualitas infrastruktur di Jakarta International Stadium (JIS). "Setiap kali main di JIS selalu ada komplain.

Alasannya, permainan tidak berjalan karena kondisi lapangan. Padahal, lawan juga main di lapangan yang sama," ujar Ferry.

Ferry sempat ingin mengonfirmasi langsung keluhan tersebut kepada Souza, namun batal karena masa bakti sang pelatih berakhir.

"Jawabannya yang sering muncul adalah permainan Souza tidak cocok diterapkan di lapangan JIS. Itu yang sebenarnya ingin saya tahu," ucapnya.

Ia berpendapat, karakteristik arena pertandingan di berbagai wilayah Indonesia umumnya serupa dengan JIS.

"Kalau memang strateginya tidak cocok dengan kondisi lapangan seperti itu, lapangan di Indonesia hampir sama semua."

Menurutnya, stigma negatif mengenai kualitas rumput JIS sudah terlanjur melekat sejak renovasi. "Image JIS sudah terlanjur kuat.

Rumput dianggap sebagai masalah utama. Akhirnya itu menjadi alasan ketika tim kalah atau hanya seri di sana."

Di sisi lain, pola permainan menyerang Persija sepanjang musim lalu mendapat banyak pujian.

"Dari banyak orang yang saya ajak bicara, termasuk di Bandung, mereka suka melihat permainan Persija karena berani bermain terbuka."

Ferry mengingatkan manajemen untuk menyelaraskan karakter pelatih baru dengan komposisi skuad. "Kalau memang Souza diganti, berarti jangan cari pelatih yang sama.

>>> Batas Akhir Puasa Syawal 2026 Jatuh pada Pertengahan April

Cari pelatih dengan gaya bermain berbeda. Tapi, harus dipikirkan juga bagaimana dengan pemain yang sudah ada."