Paola Serena akhirnya buka suara setelah unggahannya bersama seorang pria berkebaya dalam Kirab Malam 1 Suro Puro Mangkunegaran memicu polemik di media sosial.

Foto yang menampilkan pria tersebut mengenakan kebaya dan sanggul menjadi perbincangan luas karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan busana yang berlaku dalam prosesi adat tersebut.

in1

Peristiwa itu bermula saat rangkaian tradisi 1 Sura Be 1960 Mangkunegaran digelar pada Selasa, 16 Juni 2026. Di tengah jalannya kirab, penampilan sahabat Paola yang ikut hadir dalam acara sakral itu menarik perhatian publik.

Sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian busana yang dikenakan. Dalam aturan yang diberlakukan panitia, peserta pria diwajibkan mengenakan beskap dan keris selama mengikuti prosesi.

Kirab Malam 1 Suro sendiri merupakan tradisi tahunan yang memiliki nilai budaya dan filosofi kuat. Karena itu, tata busana peserta menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari jalannya ritual.

Menanggapi kontroversi yang muncul, Paola menyatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci proses perizinan terkait keikutsertaan sahabatnya tersebut. Ia mengaku menyampaikan informasi berdasarkan pemahaman yang diterimanya saat itu.

>>> DJP Tetapkan Batas Akhir Lapor SPT Tahunan 30 April 2026

"Urusan perizinan ini bukan aku orangnya. Kenapa aku bisa bilang ini sudah diizinkan karena aku taunya begitu," ujar Paola.

Ia menegaskan bahwa persoalan mengenai siapa yang memberikan izin maupun pihak yang mengajukan izin bukan berada dalam kewenangannya untuk menjelaskan.

"Siapa yang memberi izin siapa yang minta izin ini bukan ranah aku. Kalau nggak dikasih izin ya mana bisa gitu kan," lanjutnya.

Di akhir klarifikasinya, Paola menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang timbul setelah unggahan tersebut beredar luas.

"Tapi dengan video ini aku tetep ingin meminta maaf sebesar-besarnya karena menimbulkan kegaduhan atas apa yang aku posting," pungkasnya.