"Mashaallah terimakasih papi," tulisnya.

Tren Perhiasan dari ASI

Membuat perhiasan dari bahan dasar ASI kini menjadi tren yang populer di kalangan orang tua.

in1

Metode ini dipilih untuk mengabadikan momen emosional masa menyusui menjadi bentuk fisik yang tahan lama.

Melalui proses khusus, cairan ASI diawetkan dan dikeringkan hingga seluruh kelembapannya hilang. Setelah kering, ASI digiling menjadi bubuk halus kemudian dicampur dengan bahan resin.

Pemilik Milk + Honey Jewelry, Maria Mengel, menjelaskan bahwa perhiasan ini dapat menjadi pengingat nyata atas dedikasi seorang ibu.

"Pada hari-hari ketika kamu mempertanyakan segalanya, kamu dapat melihat ke bawah untuk melihatnya (perhiasan ASI) sebagai pengingat fisik dan nyata tentang cinta dan dedikasi luar biasa yang telah kamu utarakan kepada bayi," kata Maria Mengel seperti dilansir The Bump.

>>> PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Gunakan SUGBK di Piala AFF 2026

Untuk meningkatkan estetika, beberapa produsen menambahkan serpihan emas atau bubuk berkilau. Proses pembuatan perhiasan ini umumnya memakan waktu sekitar delapan hingga 16 minggu.