Bulan Muharram kembali menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam khutbah Jumat edisi 26 Juni 2026, jamaah diajak memahami keutamaan Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram, salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Khatib mengawali khutbah dengan mengingatkan bahwa Muharram termasuk empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Kemuliaan tersebut ditegaskan dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa dari dua belas bulan yang ditetapkan Allah, terdapat empat bulan haram yang memiliki keistimewaan tersendiri.

in1

>>> Lionel Messi Hadapi Pesaing Baru dalam Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Hari Asyura dan Peristiwa Para Nabi

Dalam penjelasannya, Hari Asyura disebut sebagai salah satu momentum penting yang berkaitan dengan berbagai peristiwa besar yang dialami para nabi.

Pada hari tersebut, Allah SWT memberikan keselamatan kepada Nabi Musa AS dari kejaran Firaun. Hari yang sama juga dikaitkan dengan berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah banjir besar serta diterimanya taubat Nabi Adam AS.

Peristiwa-peristiwa itu menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-Nya yang beriman dan berserah diri.

Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun

Amalan yang paling dianjurkan pada 10 Muharram adalah puasa Asyura. Rasulullah SAW menyebut puasa tersebut sebagai ibadah yang memiliki keutamaan besar.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu."

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa pada 9 Muharram atau yang dikenal sebagai Puasa Tasu'a.