Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, Disbudpar Batam mengarahkan wisatawan memanfaatkan fasilitas mini theater yang tersedia di museum.

“Setiap ada kunjungan yang datang, pasti kami arahkan untuk mini theater Museum, karena ada video yang dapat ditonton tentang sejarah museum tersebut,” katanya.

in1

Fasilitas tersebut menayangkan materi sejarah dan budaya Melayu secara audiovisual serta dapat digunakan untuk kegiatan edukasi komunitas.

“Respons pengunjung cukup positif.

Fasilitasnya dinilai menarik, informatif, dan membantu pengunjung memahami sejarah Batam serta budaya Melayu dengan cara yang lebih interaktif,” ujar Ardiwinata.

Dari sisi pendapatan daerah, Museum Raja Ali Haji mencatat retribusi sebesar Rp24,95 juta hingga Mei 2026.

>>> Ducati dan Aprilia Siap Berebut Dominasi di MotoGP Ceko 2026

Adapun objek wisata di bawah pengelolaan Disbudpar Batam yang memberikan kontribusi retribusi terbesar masih berasal dari kawasan Dendang Melayu yang mencapai Rp176,41 juta pada periode yang sama.