Mobil yang telah menempuh 100.000 kilometer biasanya sudah melewati masa garansi. Fase ini membuat banyak pemilik mulai jarang melakukan perawatan di bengkel resmi.

Padahal, angka tersebut menjadi momentum krusial. Sejumlah komponen mulai menunjukkan gejala keausan dan membutuhkan peremajaan atau inspeksi mendalam.

in1

>>> Menteri Rosan Dorong Efisiensi Perbankan Jaga Penyaluran Kredit

Pemilik Bengkel Kafka di Bogor, Kamal, mengatakan kerusakan besar jarang terjadi hingga 100.000 km jika mobil dirawat dengan baik.

Namun, beberapa komponen spesifik umumnya sudah habis usia pakai.

Kaki-Kaki Paling Sering Dikeluhkan

Sektor kaki-kaki menjadi bagian pertama yang paling sering dikeluhkan pemilik kendaraan di atas 100.000 km. Komponen yang rawan aus meliputi rack steer, tie rod, dan support.

"Kalau lewat dari 100.000 km, yang mulai banyak terasa itu kaki-kaki. Umum," ujar Kamal.

Gejala kerusakan rack steer bahkan bisa muncul lebih awal pada mobil keluaran tahun muda. Masalah ini ditandai dengan bunyi "deg-deg" saat dikendarai.

"Bahkan untuk mobil-mobil keluaran agak muda, di kilometer 50.000-60.000, rack steer sudah mulai kerasa bunyi," kata Kamal.

Selain rack steer, peredam guncangan seperti sokbreker dan stabilizer juga kerap diganti seiring bertambahnya kilometer.

Komponen Fast Moving Wajib Diganti

Jarak 100.000 km juga menjadi siklus penggantian komponen habis pakai atau fast moving. Komponen ini berkaitan langsung dengan kinerja mesin dan keselamatan.

>>> Robert Pattinson dan Zendaya Beradu Peran dalam Film The Drama

Komponen rutin yang wajib diganti meliputi fan belt, busi, serta kampas rem depan dan belakang. Pabrikan menyarankan fan belt diganti setiap 40.000-60.000 km.

Artinya, fan belt sudah masuk siklus penggantian kedua saat mobil mencapai 100.000 km. Kondisi serupa berlaku untuk busi dan filter.