"Ada juga rambut dari ketiga anak kita @xaviershaquilleperdana @kenizioallucaperdana dan @clemiramegumiperdana semoga jadi tanda bahwa kamu adalah pelindung bagi mereka.."

Unggahan video tersebut langsung mendapatkan respons dari Chaca Thakya melalui kolom komentar. "Mashaallah terimakasih papi," tulisnya.

Tren Perhiasan dari ASI

in1

Tren mengubah ASI menjadi batu perhiasan kini semakin populer di kalangan orang tua. Metode ini menjadi alternatif untuk mengabadikan momen emosional masa-masa menyusui bayinya.

Melalui teknik khusus, ASI diolah dan diawetkan hingga mengeras menyerupai batu permata atau liontin. Hasil pengolahan ini kemudian dipasang pada perhiasan seperti cincin, kalung, ataupun gelang.

Pemilik Milk + Honey Jewelry, Maria Mengel, menjelaskan bahwa perhiasan ini menjadi pengingat fisik yang nyata mengenai dedikasi seorang ibu.

"Pada hari-hari ketika kamu mempertanyakan segalanya, kamu dapat melihat ke bawah untuk melihatnya (perhiasan ASI) sebagai pengingat fisik dan nyata tentang cinta dan dedikasi luar biasa yang telah kamu utarakan kepada bayi," kata Maria Mengel yang dilansir dari The Bump.

Pembuatan perhiasan ini membutuhkan keahlian khusus. Prosesnya dimulai dengan mengawetkan cairan ASI dan mengeringkannya hingga seluruh kadar kelembapan hilang.

Setelah kering, ASI ditumbuk menjadi bubuk halus lalu dicampur dengan cairan resin. Adonan tersebut kemudian dicetak sesuai pesanan pembeli sebelum dipasang pada rangka perhiasan.

Beberapa produsen juga kerap menambahkan bubuk berkilau, serpihan emas, atau sehelai rambut anak untuk meningkatkan estetika.

>>> BGN Hentikan Program Makan Gratis di 76 Sekolah, Alihkan ke Daerah 3T

Proses pembuatan ini umumnya memakan waktu delapan hingga 16 minggu dan dapat bertahan seumur hidup dengan perawatan yang tepat.