Keputusan menyeberang ke rival abadi tersebut memicu reaksi keras dari basis pendukung Barcelona, namun Cucurella menanggapinya dengan kepala dingin.

>>> BI Perketat Aturan Pembelian Valas Tunai, Batas Turun Jadi US$ 10.000

in1

"Anda harus menghormati pendapat orang," tutur Cucurella. "Saya sangat berterima kasih atas semua yang diberikan akademi Barcelona kepada saya.

Tapi seperti semua hal dalam hidup, ini tentang tahapan. Saya pikir ini adalah keputusan yang tepat untuk diambil."

"Ketika tim seperti Madrid datang kepada Anda, sangat sulit untuk menolak. Saya tidak ragu itu adalah langkah yang tepat."

Ketertarikan dari José Mourinho diakui menjadi magnet kuat bagi dirinya, di mana pelatih asal Portugal itu juga sedang berburu pemain lain seperti Bernardo Silva.

"Saya senang pelatih seperti itu menelepon Anda, dan ingin bekerja dengan Anda. Itu memberi Anda kepercayaan diri...

Mari kita berharap itu datang terlambat mungkin, karena itu berarti kita telah mencapai final [Piala Dunia]."

Saat ini, fokus Cucurella terikat penuh untuk memperbaiki performa tim nasional Spanyol di Chattanooga, Tennessee, setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H.

"Semua orang yang debut di Piala Dunia ingin menang," jelas Cucurella. "But what we see now is that there are no easy games ...

The most important thing is that maybe we have to blame ourselves for not winning, because we were not clinical, we were not sharp."

Spanyol kini dituntut memenangkan pertandingan krusial berikutnya melawan Arab Saudi yang akan diselenggarakan di Atlanta.

>>> Kesadaran Investasi Jangka Panjang Meningkat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

"Mungkin lebih baik hal itu terjadi di pertandingan pertama. Jika itu terjadi di babak lain, Anda dalam perjalanan pulang," tutup Cucurella.