Faiz Kurniawan.

>>> Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman

in1

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, menyatakan bahwa Program Minapadi Salin membuktikan hasil riset dapat diimplementasikan langsung untuk mengatasi kendala di lapangan.

Inovasi di wilayah pesisir dinilai mampu mendongkrak produktivitas sekaligus memicu nilai ekonomi baru.

"BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah," ujar Dr. Yopi.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menegaskan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

"Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Fajriyah Usman.

Fajriyah Usman menjelaskan, konsep Minapadi Salin menyatukan penanaman padi biosalin, pemeliharaan ikan nila salin, dan budidaya rumput laut.

Ketiganya bergerak dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menyokong.

Dalam pelaksanaannya, PGN dan BRIN menargetkan produktivitas tanaman padi mencapai 6-7 ton per hektare.

Untuk ikan nila salin, target bobot saat panen diharapkan mencapai rata-rata 300 gram per ekor.

Komoditas rumput laut jenis Gracilaria verrucosa yang bernilai jual tinggi juga mulai dikembangkan.

Sebanyak 30 kilogram bibit telah disebar dengan target panen pertama dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

>>> Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh Positif di Paruh Pertama 2026

Rencana ke depan, kawasan budidaya ini akan diperkuat dengan penanaman mangrove. Langkah konservasi tersebut ditujukan untuk menekan abrasi sekaligus menjaga stabilitas lingkungan pesisir.