Lembaga indeks global MSCI menurunkan peringkat kelancaran arus informasi (information flow) bagi pasar modal Indonesia dan Turki menjadi negatif.

Keputusan ini tertuang dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Jumat (19/6/2026).

in1

>>> Ashlyn Castro Beri Ciuman Manis untuk Jude Bellingham Usai Inggris Tekuk Kroasia

Penurunan peringkat dipicu oleh kekhawatiran investor internasional terhadap transparansi struktur kepemilikan efek di kedua negara.

MSCI juga menyoroti indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga wajar saham.

Masalah Short Selling

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah regulasi transaksi short selling. Di Indonesia, skema ini dinilai masih sangat ketat dan terbatas.

>>> Republik Ceko Imbang 1-1 Lawan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Sementara di Turki, otoritas setempat melarang total aktivitas short selling untuk semua jenis efek sejak 2 Maret 2026.

MSCI menilai perubahan aturan yang terlalu sering dan pembatasan terus-menerus tidak sesuai dengan kerangka short selling yang ideal.

Laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review berfungsi mengevaluasi aksesibilitas pasar ekuitas global.

>>> Inul Daratista: Transformasi Dangdut Buat Musik Semakin Inklusif

Penilaian dilakukan berdasarkan lima indikator utama: keterbukaan kepemilikan asing, kelancaran lalu lintas modal, efisiensi operasional, ketersediaan produk investasi, dan stabilitas regulasi kelembagaan.