Harga Beras Dunia Melonjak, Indonesia Siapkan Langkah Antisipasi
>>> Chelsea vs AC Milan: Laga Eksebisi di Jakarta pada Agustus 2026
"Kita syukuri bahwa beras tak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dua tahun terakhir," kata Amran dalam rapat pengendalian inflasi, Senin (15/6/2026).
Pemerintah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga. Hingga awal Juni 2026, program ini telah digelar 5.308 kali di 37 provinsi.
Meski inflasi rendah, tantangan produksi dan biaya usaha tani masih tinggi. Faktor domestik dinilai lebih dominan dalam pembentukan harga beras nasional.
"Kenaikan harga gabah di tingkat petani, biaya pupuk, upah tenaga kerja, serta ongkos distribusi memiliki pengaruh langsung terhadap harga beras nasional," ujar Rizal.
BPS mencatat harga beras grosir sepanjang 2026 masih di kisaran Rp14.200 per kilogram. Kondisi ini mencerminkan tekanan biaya produksi dalam negeri yang masih relatif tinggi.
Kekhawatiran muncul karena produksi beras nasional diperkirakan melambat setelah masa panen raya berakhir. Penurunan produksi dalam periode panjang berpotensi mengurangi efektivitas stok sebagai instrumen stabilisasi.
"Stok yang besar memang dapat meredam gejolak dalam jangka pendek.
Tetapi apabila penurunan produksi berlanjut akibat cuaca, berkurangnya luas tanam, atau meningkatnya biaya produksi, maka cadangan tersebut akan terus terkuras," katanya.
Lembaga internasional mulai memperkirakan stok akhir beras Indonesia dapat menurun pada musim berikutnya jika produksi melemah. Pemerintah perlu mempercepat langkah mitigasi risiko iklim.
Untuk semester II/2026, Rizal memproyeksikan harga beras domestik berpotensi naik secara moderat. Kenaikan pasokan musiman yang berkurang diimbangi oleh stok pemerintah yang besar untuk operasi pasar.
"Dengan stok pemerintah yang besar serta kemampuan melakukan operasi pasar, kenaikan harga diperkirakan masih dapat dikendalikan," ujarnya.
>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin di TMP Kalibata untuk Ziarah Nasional
"Tantangan terbesar pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara harga gabah yang menguntungkan petani dan harga beras yang tetap terjangkau bagi konsumen agar inflasi pangan tetap terkendali," pungkasnya.
Update Terbaru
Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Puluhan Ribu Pendukung Cristiano Ronaldo
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
AS Akhiri Blokade Selat Hormuz Setelah Iran Sepakati Perdamaian
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Studi Ungkap Ciri Kepribadian yang Memicu Penghasilan Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Promo Superindo 5 Mei 2026: Diskon 55% dan Beli 2 Lebih Hemat
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Saham BBCA Turun 3,19 Persen, Likuiditas Tetap Kuat
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Akun Bruno Fernandes Diserbu Fans Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah untuk Lolos Fase Grup
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat Malam
Jumat / 19-06-2026, 06:58 WIB
Marc Cucurella Resmi Bergabung dengan Real Madrid dalam Transfer Kilat
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Harga Emas Antam dan Pegadaian Anjlok, Buyback Terkoreksi Rp39.000
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Budi Setyawan Wijaya Resmi Jadi Direktur Utama PT PELNI
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Al-Nassr Siapkan Tiga Pemusatan Latihan Jelang Musim Baru
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB






