Pendiri sekaligus CEO Nothing Technology Ltd., Carl Pei, kembali melontarkan sindiran terbuka kepada Apple. Ia menyatakan tekadnya untuk merebut pengguna iPhone satu per satu.

Pernyataan itu disampaikan Pei melalui sebuah video yang diunggah di Instagram via akun Brandbeatss. Dalam video tersebut, ia memperkenalkan dirinya sebagai pembuat ponsel dari London.

in1

>>> Austria Tekuk Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

"Mencuri pelanggan Apple, satu pengguna iPhone yang bosan pada satu waktu," kata Pei, Kamis (18/6/2026), seperti dilansir Bloomberg Technoz.

Sikap ini bukan hal baru bagi Carl Pei. Sejak mendirikan Nothing pada 2021, ia konsisten memposisikan perusahaannya sebagai alternatif bagi Apple.

Strategi tersebut menyasar pengguna yang menginginkan desain berbeda dan pengalaman Android yang lebih sederhana. Pendekatan ini sudah terlihat sejak peluncuran perdana Nothing Phone (1) pada 2022.

Saat itu, Nothing secara terbuka menyebut perangkat tersebut sebagai salah satu alternatif terbaik untuk iPhone. Perusahaan menonjolkan desain premium dengan sisi datar, material kaca, serta antarmuka minimalis.

Elemen-elemen tersebut merupakan aspek yang kerap diasosiasikan dengan produk Apple. Dalam laporan PCMag saat peluncurannya, Nothing menyatakan Phone (1) ditujukan sebagai pilihan utama bagi konsumen.

>>> 5 Aplikasi Alternatif iCloud untuk Backup Data iPhone

Targetnya adalah pengguna yang menginginkan pengalaman mirip iPhone namun dengan sistem operasi Android.

Posisi tersebut diperkuat oleh desain transparan khas Nothing dan fitur Glyph Interface yang menjadi identitas merek.

Hampir seluruh lini produk Nothing terus membawa pendekatan serupa sejak Phone (1).

Hal ini terlihat dari desain perangkat keras yang bersih, ekosistem produk yang saling terhubung, hingga strategi pemasaran.

>>> AMRT Rombak Kepemilikan Bisnis Luar Negeri demi Pacu Ekspansi

Nothing juga sering membandingkan diri dengan Apple dalam pemasarannya. Beberapa pengamat industri menyebut Nothing sebagai salah satu merek Android yang paling agresif dalam menargetkan pengguna iPhone.