Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, berhasil meraih performa kompetitif di Sirkuit Estoril.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapan fisik yang prima.

in1

>>> Saham PANI Melompat 6,23% Usai Berbalik Arah pada Sesi I

Kompetisi Moto3 Junior World Championship menuntut ketahanan fisik tinggi. Tensinya ketat dan menguras energi sepanjang balapan.

Ramadhipa menekankan pentingnya latihan fisik sebagai fondasi utama.

"Ya tentunya itu latihan fisik itu sangat penting di Moto3," ujarnya dalam wawancara daring, Senin (15/6/2026).

Atlet kelahiran Sleman ini mengaku bahwa kondisi tubuh yang bugar membantunya mempertahankan fokus. Ia tetap bisa berpikir jernih saat mengendalikan motor di tengah duel sengit.

Rutinitas Latihan Spartan di Spanyol

Untuk menghadapi musim 2026, Ramadhipa mengikuti program winter camp yang dimulai lebih awal. Ia berlatih lebih keras dari sebelumnya.

>>> IHSG Melemah ke 6.220, Saham TINS Bagi Dividen Rp656 Miliar

Selama di Spanyol, program latihannya diawasi pelatih Joan Olivé. Fasilitas latihan terpadu dari Astra Honda mendukung porsi latihan berat setiap pekan.

"Porsi latihan ya tentunya cukup berat karena dalam satu minggu kita biasanya latihan motor dua kali atau gym juga.

Ada sepedahan juga seperti itu," kata pebalap bernomor motor #32 tersebut.

Kombinasi latihan motor, gym, dan bersepeda memberikan hasil impresif. Angka VO2 Max Ramadhipa mencapai 67, menunjukkan kebugaran tubuh yang optimal.

Kematangan fisik ini juga meningkatkan kekuatan mental dan kepercayaan dirinya. "Latihan itu juga meningkatkan kepercayaan diri.

>>> Kate Middleton Tampil Memukau dengan Gaun Kuning di Royal Ascot 2026

Latihan maksimal dan saat latihan harus improvisasi. Itu yang membuat saya percaya diri setiap race," tutup Ramadhipa.