Jadi kalau misalnya terjadi banjir besar dan air tetap melimpas, masih ada perlindungan tambahan sehingga tidak menghantam bangunan, termasuk rusun guru," imbuh Dody.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, Kementerian PU menginstruksikan penyedia jasa menambah jumlah tenaga kerja hingga 900–1.000 orang. Dengan demikian, pengerjaan arsitektur, MEP, dan penataan kawasan bisa berjalan paralel.

"Memang masalah di sini yang utama sebenarnya pekerja, makanya saya minta kepada penyedia jasa untuk menambah pekerjanya.

Kalau sudah posisi seperti ini tidak bisa hanya 600 atau 700 orang. Paling tidak 900 sampai 1.000 orang sehingga progresnya bisa terlihat melompat.

Nanti akan dimonitor oleh teman-teman Cipta Karya dan Prasarana Strategis," tambah Dody.

Kompleks Sekolah Rakyat Banyuwangi dikerjakan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur melalui kerja sama operasi Nindya - Modern KSO dengan nilai kontrak Rp219,59 miliar.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama, rumah susun guru, gedung serbaguna, sarana ibadah, hingga lapangan olahraga standar penuh.

"Semua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Bapak Presiden standarnya adalah sekolah internasional. Beliau ingin memuliakan adik-adik kita dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah yang megah dan berkualitas.

>>> Luis Diaz Bangga Cetak Gol dan Assist di Debut Piala Dunia

Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Harapannya adalah memutus rantai kemiskinan ekstrem dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Dody.