Ferriawan berharap praktik baik yang dijalankan UMY dapat menjadi prototipe bagi lembaga pendidikan lain maupun masyarakat luas dalam mengelola limbah rumah tangga atau limbah komunitas secara mandiri.

"Kami ingin menunjukkan bahwa universitas memiliki peran sebagai agen perubahan.

Apa yang kami terapkan di kampus tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa diadaptasi oleh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya.

>>> OJK Imbau Investor Saham Tetap Bijak Jelang Pengumuman Indeks MSCI

Sebagai bagian dari pengembangan kampus hijau yang lebih luas, UMY juga terus menerapkan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di kantin, penggunaan energi tenaga surya, serta rencana pengoperasian shuttle bus listrik untuk menekan emisi karbon di lingkungan universitas.