Aksi itu dilakukan di Kota Ho Chi Minh, Tay Ninh, hingga An Giang.

Dari hasil penyelidikan, satu kilogram daging kucing dijual dengan harga sekitar 70.000 dong Vietnam atau setara US$2,7.

Direktur Humane World for Animals Vietnam, Phuong Pham, mengatakan perdagangan daging kucing masih menjadi persoalan besar.

"Fakta menyedihkannya adalah ribuan kucing setiap bulan dicuri, diperdagangkan, dan disembelih untuk dikonsumsi di seluruh negeri. Beruntung para penyintas ini berhasil diselamatkan," ujarnya.

Temuan lain yang mengejutkan adalah adanya beberapa kucing betina yang sedang hamil saat diselamatkan. Bahkan, sejumlah anak kucing lahir di bawah perawatan polisi pekan ini.

Perwakilan organisasi Vietnam Cat Welfare, Chris Gindelhumer, mengaku menyaksikan banyak momen haru selama proses penyelamatan. "Sangat menyentuh melihat begitu banyak keluarga Vietnam datang mencari kucing mereka.

Namun di sisi lain, sangat memilukan karena banyak keluarga yang tidak menemukan hewan peliharaan mereka," katanya.

Meski konsumsi daging kucing dan anjing masih legal di Vietnam, pedagang diwajibkan memiliki izin yang membuktikan asal-usul hewan.

Sejumlah kota, termasuk Hoi An, kini mulai bekerja sama dengan organisasi kesejahteraan hewan internasional untuk menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing.

Setelah Korea Selatan melarang perdagangan daging anjing pada 2024, pemerintah Vietnam juga menyatakan berencana memperkuat perlindungan hukum bagi hewan peliharaan dan pemiliknya.

Kasus ini memicu perhatian publik, termasuk seorang pecinta kucing di Kota Ho Chi Minh, An Pham, yang mengatakan pengungkapan sindikat tersebut membuka mata banyak orang.

>>> Donald Trump dan Masoud Pezeshkian Tandatangani MoU Gencatan Senjata Permanen

"Peristiwa ini mengejutkan banyak orang dan meningkatkan kesadaran untuk berhenti mengonsumsi daging kucing," ujarnya.