>>> Empat Platform Digital untuk Pantau Jadwal Piala Dunia 2026

com pada Rabu, 17 Juni 2026.

Skenario terburuk berupa penurunan status dari emerging market menjadi frontier market dinilai kecil kemungkinannya terjadi, meski tetap diwaspadai karena dapat memicu keluarnya dana asing secara massal.

"Kedua, skenario terburuknya adalah jika Indonesia turun kelas ke frontier market, yang otomatis memicu outflow masif dari seluruh konstituen.

Namun, pandangan kami, Indonesia tidak akan turun ke frontier market. Jika sampai ada tekanan teknis, sektor yang paling sensitif terdampak adalah perbankan," kata Azharys.

Dampak dari hasil tinjauan ini dipastikan tidak merata untuk seluruh saham berkapitalisasi besar karena pengaruhnya sangat bergantung pada bobot tiap emiten di dalam indeks MSCI.

"Dampak negatif dari hasil review ini tidak bisa kita generalisir begitu saja ke semua saham big caps.

Efeknya akan sangat bervariasi karena kasus dan bobot masing-masing saham di dalam indeks berbeda-beda.

Jadi, kita harus melihat hasil detailnya per emiten besok, apakah murni karena faktor perpanjangan freeze atau ada penyesuaian bobot spesifik," ujar Azharys.

Azharys juga menjelaskan bahwa saham-saham yang sudah dikeluarkan dari indeks global ini pada periode sebelumnya diproyeksikan tidak akan mengalami guncangan besar akibat proses penyesuaian portofolio kali ini.

"Karena posisi mereka sudah berada di luar indeks, mereka tidak akan lagi terpengaruh oleh aksi jual otomatis (rebalancing) dari fund manager global yang mereplikasi indeks MSCI," kata Azharys.

>>> The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan di 3,5%-3,75%, Kevin Warsh Pimpin Rapat Perdana

Pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026 ini menjadi pembuka dari rangkaian tiga agenda penting pasar modal domestik, yang diikuti oleh FTSE Rebalancing pada 19 Juni 2026 dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026.