Secara keseluruhan, penawaran global ini mewakili sekitar 7 persen modal ditempatkan perusahaan setelah pelaksanaan opsi greenshoe.

Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham sekunder yang dijual oleh pemegang saham minoritas, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai pemegang saham pengendali tetap mempertahankan seluruh kepemilikan strategisnya.

Tingginya minat pasar ini didorong oleh prospek Tambang Emas Pani yang kini memasuki fase pertumbuhan produksi setelah mencapai first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan perdana pada Maret 2026 sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025.

Hingga akhir 2025, tambang tersebut memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ounce emas dan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounce emas, yang kemudian meningkat menjadi total 7,4 juta ounce emas setelah mendapat tambahan 445 ribu ounce emas dari Prospek Kolokoa.

Ke depan, perusahaan menargetkan kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani dapat meningkat hingga 22 juta ton per tahun pada 2028.

>>> PGE Raih Enam Penghargaan APQA 2026 Berkat Inovasi Panas Bumi

Melalui pengembangan ini, puncak produksi emas tahunan diproyeksikan mampu mencapai sekitar 545 ribu ounce per tahun guna memperkuat posisi perseroan di kawasan.