Mural ini sekaligus mempromosikan nilai inklusivitas di dalam ekosistem sepak bola Surabaya yang heterogen. Keberagaman latar belakang para pendukung disatukan melalui kecintaan yang sama terhadap kesebelasan Bajul Ijo.

"Surabaya tempatnya berbagai macam budaya. Kami mencoba menanamkan sejak dini bahwa Persebaya bisa dicintai oleh siapa pun.

Meskipun dari kalangan budaya yang berbeda," katanya.

Karya seni visual di ruang publik ini juga menjadi medium ekspresi yang legal untuk memperindah tata kota Surabaya.

Komunitas berharap ruang bagi para seniman jalanan dapat terus terbuka melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Namun adanya mural ini bisa saling menyemangati antar Bonek maupun mendukung tim kebanggaan Persebaya."

Aktivitas seni ini memberikan kepuasan kolektif bagi komunitas karena mampu berkontribusi langsung pada visual kota di hari jadi klub.

Pihak seniman berharap kegiatan serupa dapat memperluas jaringan kerja sama ke depan.

"Kepuasannya tersendiri dengan adanya mural kami bisa menunjukkan ekspresi bagaimana menyambut anniversary Persebaya sekaligus untuk mempercantik kota Surabaya dengan mural," kata Muhammad Wahyudi.

Proyek ini diakhiri dengan harapan agar Surabaya dapat tumbuh menjadi pusat perkembangan seni urban di Indonesia. Wahyudi menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan untuk mempercantik tata kota.

>>> PSAT Terapkan Diversifikasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

"Tentunya harapan sebagai muralis, Surabaya bisa menjadi salah satu kota dengan pusat seni dan juga bisa memperluas jaringan mural Surabaya bisa bekerja sama dan mempercantik kota," pungkasnya.