Para seniman menyiasatinya dengan membagi waktu pengerjaan agar stamina seluruh anggota tim tetap terjaga.

"Sejauh ini yang membuat mural tersebut ada tantangan adalah cuaca ya tentunya.

Karena cuaca di angka 33 derajat sangat kepanasan dan medianya di tengah kota tanpa ada tempat berteduh," ujar Wahyudi.

Aktivitas pengerjaan di lapangan terpaksa diselingi beberapa kali waktu istirahat demi keselamatan kerja para muralis.

Kendati demikian, antusiasme kelompok seniman ini tidak surut demi menyambut momentum ulang tahun klub.

"Itu yang membuat kami agak lama karena harus break dulu sebentar sebelum lanjut lagi mengerjakan mural," sambungnya.

Wahyudi menambahkan bahwa proyek ini menjadi momentum penting bagi para pendukung untuk mengekspresikan loyalitas menjelang usia satu abad klub.

Respons positif juga datang dari masyarakat sekitar yang menyaksikan visualisasi sejarah tersebut.

"Antusias teman-teman besar karena teman-teman juga sekaligus merayakan anniversary tim kebanggaan menuju 1 abad," kata Muhammad Wahyudi.

Melalui gambar tokoh-tokoh legendaris masa lalu, komunitas seni ini berupaya merawat memori kolektif publik terhadap perjalanan tim.

Lukisan tersebut diharapkan menjadi media edukasi visual bagi para suporter muda dan pemain yang kini membela tim.

"Jadi kami itu menggambar dengan menunjukkan ikon yang khas dari Surabaya sekaligus ada juga yang memiliki history maker yang menunjukkan gambar-gambar legenda pemain Persebaya zaman dulu," tutur Wahyudi.

Penempatan materi sejarah dalam karya jalanan ini dinilai efektif untuk mendekatkan warisan klub kepada generasi baru.

Wahyudi menekankan pentingnya menjaga ingatan sejarah agar nilai-nilai perjuangan klub tetap terjaga di masa depan.

"Agar sejarah tetap diingat di pikiran teman-teman Bonek sekaligus pemain-pemain Persebaya saat ini," imbuhnya.