Dukungan terhadap komunitas ini juga dirasakan oleh anggotanya yang tinggal di luar Jawa Timur.

Hubungan emosional yang erat membuat para anggota rela melakukan perjalanan jauh demi menghadiri perayaan kelompok suporter tersebut.

"Persebaya ABG ini seperti keluarga.

Ketika saya pulang ke Surabaya, saya tidak hanya pulang ke keluarga inti, tetapi saya pulang ke keluarga besar Persebaya ABG.

Kalau bahasa Jawanya itu seduluran," terang salah satu anggota Persebaya ABG asal Denpasar, Bali Dimas Indzar Hanifuddin.

Mural dan Seni Urban Sambut HUT Persebaya

Sementara itu, dari sudut estetika kota, Komunitas BIMS (Bocah Ilustrasi Mural Surabaya) turut mempercantik ruang publik dengan membuat mural bertema Persebaya di gardu listrik Jalan Mayjen Jonosewojo, Surabaya Barat.

Delapan seniman menghabiskan waktu selama 14 hari di bawah cuaca menyengat untuk menyelesaikan lukisan dinding berukuran 14,5 meter x 4 meter tersebut.

"Kebetulan kami mural untuk menyambut Anniversary.

Kami bekerja sama dengan PT Warna Warni dan Persebaya untuk mempersiapkan dan mempersembahkan mural tersebut," ujar perwakilan muralis, Muhammad Wahyudi kepada Kompas.

>>> Argentina Hancurkan Aljazair 3-0, Hattrick Messi Jadi Mimpi Buruk Luca Zidane

com.

Karya seni ini menampilkan visual bertuliskan "Persebaya Untuk Semuanya" serta berbagai simbol ikonik kota seperti Tugu Pahlawan dan Gapura Kya-kya.

Wahyudi menjelaskan bahwa proyek kreatif ini mendapatkan pendanaan dan dukungan kerja sama dari pihak swasta dan manajemen klub.

"Untuk tema yang diangkat tentunya pada anniversary ini untuk menyemangati dan membuat Surabaya semakin indah dengan mural Bonek atau Persebaya," imbuhnya.

Proses pengerjaan menghadapi kendala suhu udara Surabaya yang mencapai 33 derajat Celsius di lokasi terbuka.