Diversifikasi Sumber Pasokan Jadi Prioritas

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menjelaskan bahwa Asia Tenggara menjadi kawasan penting yang membentuk tren energi global masa depan.

Kawasan ini diproyeksikan menyumbang 20 persen pertumbuhan permintaan energi dunia dalam satu dekade mendatang, menjadi yang terbesar kedua setelah India.

"Asia Tenggara adalah kawasan penting yang membentuk tren energi global dan diperkirakan akan menyumbang 20 persen dari pertumbuhan permintaan energi dunia selama dekade berikutnya, kedua setelah India.

Krisis energi telah mengungkap kelemahan struktural di sektor energinya yang perlu ditangani dengan cepat dan tegas," kata Birol.

Ia menekankan bahwa diversifikasi sumber energi dan jalur pasokan kini menjadi prioritas utama demi memperkuat ketahanan kawasan.

"Diversifikasi sumber energi dan jalur pasokan kini menjadi prioritas utama, dengan penerapan berbagai bahan bakar dan teknologi, elektrifikasi, dan efisiensi sebagai pengungkit penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan.

Kerja sama regional yang lebih kuat juga akan memberikan manfaat besar," ujarnya.

>>> Pemerintah Luncurkan Portal Perlinsos Digital, Potensi Hemat Anggaran Rp 260 Triliun

IEA berkomitmen terus mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam menyelaraskan strategi energi mereka.

"IEA, yang meluncurkan Pusat Kerja Sama Regional pertamanya di Singapura tahun lalu, akan terus mendukung negara-negara di seluruh kawasan saat mereka menyesuaikan strategi mereka – dengan pembuatan kebijakan yang cermat dan seimbang sebagai kunci untuk meningkatkan keamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi," kata dia.

Potensi Penguatan Energi Terbarukan dan Batu Bara

Laporan IEA mengindikasikan preferensi terhadap sumber energi domestik mulai menguat di Asia Tenggara dengan strategi yang berbeda di setiap negara.

Sebagian negara memilih mengembangkan cadangan minyak dan gas domestik, namun arus investasi terbesar justru mengarah pada opsi energi lain.